Palembang, Berita Media Indonesia – Sebanyak 69 sekolah dasar (SD) di Kota Palembang ikut serta dalam Turnamen Mini Soccer Kadisdik Cup 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang. Kompetisi olahraga yang digelar pada 25–28 Agustus 2025 ini memperebutkan Piala Bergilir Kadisdik Cup Kota Palembang dan berlangsung dengan penuh antusiasme dari para siswa, guru, serta orang tua.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Palembang, di mana siswa tidak hanya dituntut berprestasi di bidang akademik, tetapi juga difasilitasi untuk berkembang dalam bidang non-akademik, khususnya olahraga.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Adrianus Amri, S.STP., M.Si, menegaskan bahwa turnamen ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah kota dalam mengembangkan potensi generasi muda.
“Siswa tidak hanya berprestasi di dalam kelas, namun juga di luar kelas. Melalui turnamen ini mereka belajar kerjasama, menaati aturan, serta menghormati pelatih dan pendidik,” ujar Amri dalam sambutannya.
Menurutnya, olahraga adalah sarana yang tepat untuk membentuk karakter siswa sejak dini. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya dilatih untuk mengejar kemenangan, tetapi juga bagaimana menghargai proses, menghormati lawan, serta menjunjung tinggi sportivitas.
“Menumbuhkan karakter dan mengembangkan bakat adalah tujuan utama. Dengan kegiatan ini, anak-anak belajar disiplin, kerjasama, serta menghormati aturan,” tambahnya.
Turnamen Kadisdik Cup 2025 mendapat sambutan luar biasa dari sekolah-sekolah dasar di Palembang. Total 69 tim dari SD negeri maupun swasta mendaftarkan diri untuk ikut berkompetisi. Jumlah ini menunjukkan bahwa minat siswa terhadap olahraga, khususnya mini soccer, sangat tinggi.
Para siswa yang mengikuti pertandingan terlihat penuh semangat. Didampingi para guru dan disaksikan orang tua, suasana lapangan dipenuhi sorakan, yel-yel, hingga spanduk dukungan dari masing-masing sekolah. Bagi mereka, ajang ini bukan hanya soal menang atau kalah, melainkan kebanggaan dapat mewakili sekolah di level kota.
Ketua pelaksana turnamen, Rizky Muhendry, menyebutkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi sarana silaturahmi antar siswa dan sekolah.
“Selain memperebutkan Piala Kadisdik Cup Kota Palembang, kegiatan ini adalah ajang silaturahmi. Kami ingin menumbuhkan bakat siswa agar tersalurkan dengan baik. Harapannya, dari sinilah lahir atlet-atlet sepak bola masa depan,” pungkasnya.
Olahraga mini soccer dipilih bukan tanpa alasan. Selain menjadi tren di kalangan anak-anak, permainan ini dianggap lebih ramah usia sekolah dasar karena lapangan lebih kecil, jumlah pemain lebih sedikit, dan durasi pertandingan lebih singkat dibanding sepak bola reguler.
Hal ini membuat anak-anak bisa lebih cepat beradaptasi, mengasah keterampilan dasar sepak bola seperti menggiring, mengoper, dan menembak, tanpa terbebani fisik yang terlalu berat.
Guru olahraga dari salah satu sekolah peserta, SD Negeri 120 Palembang, menyebutkan bahwa mini soccer adalah sarana ideal untuk mengenalkan olahraga kompetitif kepada anak-anak.
“Anak-anak bisa belajar kerja sama tim sekaligus melatih kemampuan motorik. Semangatnya luar biasa, mereka senang sekali bisa ikut kompetisi resmi seperti ini,” tuturnya.
Selain menjadi ajang prestasi, Kadisdik Cup juga dipandang sebagai wadah pendidikan karakter. Melalui turnamen ini, siswa diajarkan nilai-nilai penting yang mungkin tidak sepenuhnya diperoleh dari ruang kelas, seperti kerjasama, tanggung jawab, kesabaran, dan sportivitas.
Dalam setiap pertandingan, anak-anak diajarkan untuk menerima hasil akhir dengan lapang dada, baik saat menang maupun kalah. Guru dan pelatih menjadi figur penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut.
“Pendidikan karakter itu penting. Dengan olahraga, anak-anak belajar bagaimana bekerja sama, menghargai perbedaan, sekaligus memahami arti disiplin,” kata Amri.
Turnamen Kadisdik Cup 2025 bukan hanya berdampak pada prestasi siswa, tetapi juga memberi kontribusi positif bagi kota Palembang secara keseluruhan. Event ini berpotensi meningkatkan citra Palembang sebagai kota yang peduli pada pengembangan generasi muda.
Selain itu, kegiatan ini juga mendorong perputaran ekonomi kecil di sekitar lokasi pertandingan. Para pedagang makanan, penyedia perlengkapan olahraga, hingga transportasi lokal ikut merasakan manfaat dari ramainya turnamen.
Dinas Pendidikan Palembang berencana menjadikan Kadisdik Cup sebagai agenda rutin tahunan. Dengan begitu, siswa akan memiliki wadah tetap untuk menyalurkan minat dan bakat mereka di bidang olahraga, khususnya sepak bola.
“Dengan turnamen ini, kita berharap lahir talenta-talenta baru di bidang olahraga yang ke depan bisa mengharumkan nama Palembang bahkan Sumatera Selatan di tingkat nasional maupun internasional,” tutur Adrianus Amri.
Melihat antusiasme tahun ini, baik dari sekolah maupun siswa, besar kemungkinan jumlah peserta di tahun-tahun mendatang akan semakin meningkat. Hal ini tentu menjadi kabar baik, karena semakin banyak anak-anak yang bisa mendapatkan pengalaman berharga melalui olahraga.
Bupati Palembang, melalui perwakilan yang hadir, juga menyampaikan apresiasi dan berharap Kadisdik Cup bisa terus berkembang menjadi turnamen yang lebih besar dan profesional.
“Semoga turnamen ini bisa melahirkan bibit unggul di dunia olahraga, khususnya sepak bola, sekaligus mempererat persaudaraan antar sekolah di Palembang,” ungkapnya.
Turnamen Mini Soccer Kadisdik Cup 2025 membuktikan bahwa dunia pendidikan di Palembang semakin serius memberikan ruang bagi siswa untuk berprestasi di luar kelas. Dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan, sekolah, guru, orang tua, serta masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya melahirkan atlet, tetapi juga generasi muda yang berkarakter kuat, disiplin, dan siap menghadapi masa depan.
Kadisdik Cup bukan sekadar turnamen, melainkan panggung pembelajaran kehidupan bagi anak-anak Palembang. Dari sinilah diharapkan akan tumbuh talenta sepak bola baru yang suatu saat bisa membawa nama kota Palembang dan Sumatera Selatan bersinar di kancah nasional maupun internasional.








